Kominfo Mendorong Bisnis Start Up Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia mendorong bisnis start up digital sebagai potensi ekonomi.

Suburnya industri digital itu telah menjadi potensi ekonomi yang tak bisa diabaikan. Kementerian Kominfo menyatakan pihaknya tengah mendorong tumbuhnya kewirausahaan digital ini.

Sektor kewirausahaan digital kian diminati di tanah air dengan makin bertumbuhnya startup karya anak negeri. Saat ini Kominfo menggarap program untuk peningkatan sumber daya manusia berupa pendidikan keterampilan digital bertajuk ‘Digital Talent Scholarship’.

Program ini berbentuk beasiswa pelatihan intensif untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam mendukung transformasi digital di Indonesia menuju Industri 4.0 serta peningkatan ekonomi digital.

Rosarita Niken Widiastuti - Kementerian Komunikasi dan Informatika
Rosarita Niken Widiastuti – Kementerian Komunikasi dan Informatika

“Tahun 2019 ini, Kominfo memberi kesempatan pada 25.000 orang peserta Digital Talent Scholarship. Pada tahun depan, jumlahnya akan ditingkatkan dua kali lipat menjadi 50.000 orang,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Republik Indonesia, Rosarita Niken Widiastuti, Jumat (1/11/2019).

Rosarita menuturkan setelah mendapat pelatihan dalam program itu, diharapkan peserta akan memiliki keterampilan untuk menjadi teknisi yang dibutuhkan perusahaan teknologi.

 

 

“Program ini tidak berintensi untuk menciptakan engineer, melainkan teknisi yang siap bekerja langsung ke dunia digital,” ujarnya.

Rosarita menyatakan Indonesia saat ini dicatat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara dan juga dunia.

“Maka penting untuk terus memelihara dan meningkatkan ekosistem dan iklim yang kondusif bagi para pelaku bisnis digital. Kominfo mengambil peran bukan lagi sebagai regulator, namun juga terjun langsung menjadi fasilitator dan akselerator,” ujarnya

Beberapa perubahan peran Kemkominfo yang menunjukkan penyesuaian dengan ekonomi digital dengan cara fasilitasi dan akselerasi adalah dengan melakukan relaksasi dan simplifikasi regulasi.

Dalam hal ini contohnya adalah tidak adanya lagi perizinan yang dipersyaratkan bagi startup, hanya cukup melakukan pendaftaran. Pada saat yang sama, pembangunan infrastruktur juga terus digenjot. Contohnya penyelesaian jaringan tulang punggung internet serat optik kecepatan tinggi yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia, yaitu jaringan Palapa Ring, berikut prasarana last mile-nya, serta juga telah menyiapkan High Throughput Satellite.

Yang berkaitan langsung dengan kewirausahaan digital, Kominfo juga telah menggelar Gerakan 1000 Digital Startup dan mengakselerasi lahirnya unicorn baru melalui program Next Indonesia Unicorn. Selain itu juga menjadi akselerator usaha di sektor lain, melalui gerakan UMKM Go Online.

Sumber: kumparan.com